16 02 2007





10 CARA MENJADI AYAH YANG HEBAT

6 02 2007

1. HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi
anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah
pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.

2. LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang
penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk
anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda
katakan.

3. UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada
anak-anaknya adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah
bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik
sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka semakin besar.
Luangkanlah waktu dan dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan
mereka.

4. DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai
hukuman, melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal.
Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan
berikanlah
imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.

5. MODEL PERAN.
Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka
menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu
dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia
pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang
harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari
putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan
mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.

6. JADILAH GURU.
Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan
orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang
benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang
terbaik
akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.

7. MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa
menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain
memberikan struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak
peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang
ingin mereka kerjakan.

8. BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih
kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca
sendiri. Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara
terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi
maupun karir seumur hidup.

9. PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa
mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga.
Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul
anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara
terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.

10. SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun,
mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal
meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus
memainkan peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara
mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.





Jangan Pernah Menukar Kebahagian Dengan Kemewahan..

6 02 2007

Zaman dahulu kala, hiduplah seorang Raja. Raja ini seharusnya puas dengan kehidupannya, dengan segala harta benda dan kemewahan yang ia miliki. Tapi Raja ini tidak seperti itu. Sang Raja selalu bertanya-tanya mengapa ia tidak pernah puas dengan kehidupannya. Tentu saja, ia memiliki perhatian semua orang kemana pun ia pergi, menghadiri jamuan makan malam dan pesta yang mewah, tetapi, ia tetapi merasa ada sesuatu yang kurang dan ia tidak tahu apa sebabnya.

Suatu hari, sang Raja bangun lebih pagi dari biasanya dan memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar istananya. Sang Raja masuk ke dalam ruang tamunya yang luas dan berhenti ketika ia mendengarkan seseorang bernyanyi dengan riang… dan perhatiannya tertuju kepada salah satu pembantunya. .. yang bersenandung gembira dan wajahnya memancarkan sukacita serta kepuasan. Hal ini menarik perhatian sang Raja dan ia pun memanggil si hamba masuk ke dalam ruangannya.

Pria ini, si hamba, masuk ke dalam ruangan sang Raja seperti yang telah diperintahkan. Lalu sang Raja bertanya mengapa si hamba begitu riang gembira. Kemudian, si hamba menjawab, “Yang Mulia, diri saya tidaklah lebih dari seorang hamba, namun apa yang saya peroleh cukup untuk menyenangkan istri dan anak-anak saya. Kami tidak memerlukan banyak, sebuah atap di atas kepala kami dan makanan yang hangat untuk mengisi perut kami. Istri dan anak-anak saya adalah sumber inspirasi saya, mereka puas dengan apa yang bisa saya sediakan walaupun sedikit. Saya bersukacita karena mereka bersukacita. “

Mendengar hal tersebut, sang Raja menyuruh si hamba keluar dan kemudian memanggil asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan.Sang Raja berusaha mengkaji perasaan pribadinya dan mengkaitkan dengan kisah yang baru saja didengarnya, berharap dirinya dapat menemukan suatu alasan mengapa ia seharusnya dapat merasa puas dengan apa yang dapat diperoleh dengan sekejap tetapi tidak, sedangkan hambanya hanya memperoleh sedikit harta tetapi memiliki rasa kepuasan yang besar. Dengan penuh perhatian, sang asisten pribadi mendengarkan ucapan sang Raja dan kemudian menarik kesimpulan. Ujarnya, “Yang Mulia, saya percaya si hamba itu belum menjadi bagian dari kelompok 99.” “Kelompok 99? Apakah itu?” tanya sang Raja. Kemudian, sang asisten pribadi menjawab, “Yang Mulia, untuk mengetahui apa itu Kelompok 99, Yang Mulia harus melakukan hal ini… letakkan 99 koin emas dalam sebuah kantung dan tinggalkan kantung tersebut di depan rumah si hamba, setelah itu Yang Mulia akan mengerti apa itu Kelompok 99.”

Sore harinya, sang Raja mengatur agar si hamba memperoleh kantung yang berisi 99 koin emas di depan rumahnya. Walaupun ada sedikit keraguan mucul, dan sang Raja ingin memberikan 100 koin emas, namun ia menuruti nasihat si asisten pribadi dan tetapi meletakkan 99 koin emas. Esok harinya, ketika si hamba baru saja hendak melangkahkan kakinya keluar rumah, matanya melihat sebuah kantung. Bertanya-tanya dalam hatinya, ia membawa kantung itu masuk ke dalam dan membukanya. Ketika melihat begitu banyak koin emas di dalamnya, ia langsung berteriak girang. Koin emas… begitu banyak! Hampir ia tidak percaya. Kemudian ia memanggil istri dan anak-anaknya keluar memperlihatkan temuannya. Si hamba meletakkan kantung tersebut di atas meja, mengeluarkan seluruh isinya dan mulai menghitung. Hanya 99 koin emas, dan ia pun merasa aneh. Dihitungnya kembali, terus menerus dan tetap saja, hanya 99 koin emas. Si hamba mulai bertanya-tanya, kemanakah koin yang satu lagi? Tidak mungkin seseorang hanya meninggalkan 99 koin emas. Ia pun mulai menggeledah seluruh rumahnya, mencari koin yang terakhir. Setelah ia merasa letih dan putus asa, ia memutuskan untuk bekerja lebih keras lagi untuk menggantikan 1 koin itu agar jumlahnya genap 100 koin emas.

Keesokan harinya, ia bangun dengan suasana hati yang benar-benar tidak enak, berteriak-teriak kepada istri dan anak-anaknya, tidak menyadari bahwa ia telah menghabiskan malam sebelumnya dengan bekerja keras agar ia mampu membeli 1 koin emas. Si hamba bekerja seperti biasa, tetapi tidak dengan suasana hati yang riang, bersiul-siul seperti biasanya. Dan si hamba pun tidak menyadari bahwa sang Raja memperhatikan dirinya ketika ia melakukan pekerjaan hariannya dengan bersungut-sungut.

Sang Raja bingung melihat sikap si hamba yang berubah begitu drastis, lalu memanggil asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan. Diceritakan apa yang telah dilihatnya dan si asisten pribadinya tetap mendengarkan dengan penuh perhatian. Sang Raja bertanya, bukankah seharusnya si hamba itu lebih riang karena ia telah memiliki koin emas. Jawab si asisten,”Ah. . tetapi, Yang Mulia, sekarang hamba itu secara resmi telah masuk ke dalam Kelompok 99.” Lanjutnya, “Kelompok 99 itu hanyalah sebuah nama yang diberikan kepada orang-orang yang telah memiliki semuanya tetapi tidak pernah merasa puas, dan mereka terus bekerja keras mencoba mencari 1 koin emas yang terakhir agar genap 100 koin emas. Kita harusnya merasa bersyukur dengan apa yang ada, dan kita bisa hidup dengan sedikit yang kita miliki. Tetapi ketika kita diberikan yang lebih baik dan lebih banyak, kita menghendaki lebih! Tidak menjadi orang yang sama lagi, yang puas dengan apa yang ada, tetapi kita terus menghendaki lebih dan lebih dan memiliki keinginan seperti itu kita membayar harga yang tidak kita pun sadari. Kehilangan waktu tidur, kebahagiaan, dan menyakiti orang-orang yang berada di sekitar kita hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita sendiri. Orang-orang seperti itulah yang tergabung dalam Kelompok 99!”

Mendengar hal itu, sang Raja memutuskan bahwa untuk selanjutnya, ia akan mulai menghargai hal-hal yang kecil dalam hidup.

Sahabat, berusaha untuk memiliki lebih itu bagus, tetapi jangan berusaha terlalu keras sehingga kita kehilangan orang-orang yang dekat dengan kita, jangan pernah menukar kebahagiaan dengan kemewahan….!





Hati Seorang Ayah

6 02 2007

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya
kepada ayahnya, Tatkala tanpa sengaja dia melihat
ayahnya sedang mengusap wajahnya
Yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang
terbongkok-bongkok, Disertai suara batuk-batuknya.

Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya
“Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan
badan ayah yang kian hari kian membongkok ?”Demikian
pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di
beranda.

Si ayah menjawab : “Sebab aku lelaki.”

Anak perempuan itu berkata sendirian : “Aku tidak
mengerti”.
Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya
termenung rasa kebingungan.

Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya
itu,
terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah
mengatakan
“Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki.”
Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu
bertambah kebingungan.

Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu
mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya.
“Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan
badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya
ayah menjadi demikian tanpa ada
keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab:
“Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar
bertanggungjawab terhadap
keluarga itu memang akan demikian.”

Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian
membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga
kasih tercari-cari jawapan, mengapa wajah
ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan
badannya menjadi membongkok?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat
lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang
terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian
kalimah sebagai
jawapan rasa kebingungannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai
pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari
bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk
menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa
aman, teduh dan terlindung.”

“Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk
membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan
kegagahannya harus cukup kuat
pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha
mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan
keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar
keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia
mendapat cercaan dari anak-anaknya”.

“Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan
membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia
merelakan kulitnya tersengat
panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan
badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan
kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan
tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan
yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang
menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari
jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang
akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan
membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah,
walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan
kesakitan
kerapkali menyerangnya”.

“Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha
berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya,
didalam suasana dan situasi apapun
juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu
pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada
saat di mana anak-anaknya tertidur lelap. Serta
sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan
bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu
anak-anaknyaagar selalu saling menyayangi dan saling
mengasihi sesama saudara.”

“Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk
memberikan pengertian dan kesedaran terhadap
anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang,
walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan
oleh anak-
anaknya.”

“Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri
yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya,
isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa
menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup
baik suka mahupun duka,walaupun seringkali
kebijaksanaannya itu akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri,
agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling
melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti,
bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya
fikirnya untuk mencari dan
menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam
keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar
dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang
bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya,
kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup
keluarganya.”

“Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai
pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga
(seri/penyokong), agar dapat dipergunakan dengan
sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang
dimiliki oleh lelaki, walaupun
sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia
dan akhirat.”

Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari,
berlutut dan berdoa hingga menjelang pagi. Setelah
itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa,
ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan
mencium telapak tangan ayahnya.

“Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah.”





Sosok Ayah itu mengagumkan….

6 02 2007

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya,
menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya….

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai….
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar….
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret….
Ayah selalu tepat janji!

Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan….

Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu…

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka…karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka…

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil(mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi….

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung
di atas air setelah ia melepaskanya….

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya…

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi….

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis….jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala…

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya…

Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru….

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup…

Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan…

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya….

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah…

Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu…

Dan hasilnya?… .mmmmhhh…”tidak terlalu mengecewakan” ^_~

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill….*_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat….

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam…walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati…

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut….

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat…

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman… Siapa tahu kamu membutuhkannya….

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya….

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah…

Ayah itu murah hati…..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .

Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara..

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp-mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. …

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata ,, “tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,”tidak”

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin…

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi….

Ayah mengatakan ,, “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya….

Ayah mengira seratus adalah tip..

Seribu adalah uang saku..

Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…

Ayah tidak suka meneteskan air mata …..

ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya…

Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…
tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar

selama hampir satu bulan….

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: “,,jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah kuberi padamu”

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :”jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri…
karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN….

Sayangilah Ayahmu juga Ibumu….








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.